Jakarta (indonesiaimages.net) – Perjalanan kereta api menuju kawasan Priangan, Jawa Barat, semakin diminati masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat tiga layanan kereta api yang melintasi kawasan tersebut, yakni KA Cikuray, KA Papandayan, dan KA Pangandaran, mengangkut total 1.117.029 pelanggan selama Januari–September 2026. Jumlah tersebut meningkat 6,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.044.689 pelanggan.
Pertumbuhan itu menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan kereta api untuk beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kunjungan keluarga, hingga wisata. Selain menawarkan transportasi antarkota, perjalanan melintasi Priangan juga menghadirkan pengalaman menikmati pemandangan alam Jawa Barat dari balik jendela kereta.
Berdasarkan data KAI, KA Cikuray dengan relasi Garut–Pasarsenen pulang-pergi (PP) mencatat jumlah pelanggan tertinggi, yakni 478.266 orang sepanjang Januari–September 2026. Angka ini meningkat 4,92 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 455.823 pelanggan.
KA Papandayan yang melayani relasi Garut–Gambir PP mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara ketiga layanan tersebut. Jumlah pelanggannya mencapai 340.338 orang, naik 12,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 301.432 pelanggan.
Sementara itu, KA Pangandaran dengan relasi Banjar–Gambir PP melayani 298.425 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 3,82 persen dibandingkan Januari–September 2025 yang mencatat 287.434 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan kereta api di kawasan Priangan memiliki daya tarik tersendiri karena menyuguhkan perubahan bentang alam dari kawasan perkotaan menuju wilayah pertanian dan perbukitan.
Menurut Anne, hamparan sawah, pegunungan, aliran sungai, hingga permukiman di kawasan pedesaan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang dapat dinikmati pelanggan. Pemandangan tersebut juga memberikan alternatif aktivitas bagi masyarakat yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan suasana berbeda.
Pada perjalanan menuju Garut, pelanggan dapat menikmati lanskap khas Priangan dengan latar pegunungan dan kawasan pertanian. Setibanya di daerah tersebut, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi, seperti kawasan Cipanas, Situ Bagendit, dan Gunung Papandayan.
Pilihan wisata di Garut menawarkan beragam pengalaman, mulai dari menikmati suasana pegunungan hingga menjelajahi destinasi alam dan mencicipi kuliner khas Sunda. Kombinasi perjalanan kereta api dan wisata darat dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menyusun perjalanan akhir pekan dengan rute yang berbeda dari biasanya.
Daya tarik lainnya hadir pada perjalanan KA Pangandaran yang melintasi sejumlah wilayah, termasuk Bandung dan Tasikmalaya, sebelum mencapai Banjar. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menyaksikan perubahan suasana dari kawasan perkotaan menuju wilayah pertanian dan perbukitan.
Dari Banjar, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan Pangandaran. Sejumlah tujuan yang dapat dipertimbangkan antara lain kawasan pantai dan Cagar Alam Pananjung. Wisatawan perlu menyesuaikan jadwal kereta dengan waktu tempuh serta ketersediaan transportasi lanjutan agar perjalanan berlangsung lebih nyaman.
Anne menilai pertumbuhan pelanggan pada ketiga layanan tersebut mencerminkan beragam kebutuhan mobilitas masyarakat. Dalam konteks wisata, pengalaman perjalanan menjadi nilai tambah karena pelanggan dapat menikmati pemandangan alam tanpa harus menunggu tiba di destinasi akhir.
Menurut dia, jalur kereta api di Indonesia menyimpan banyak potensi pengalaman perjalanan, termasuk keindahan alam dan kehidupan masyarakat di sepanjang lintasan. KAI ingin terus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati pengalaman tersebut melalui layanan kereta api yang aman dan nyaman.
Dengan pertumbuhan jumlah pelanggan ketiga layanan selama sembilan bulan pertama 2026, perjalanan kereta api menuju kawasan Priangan dapat menjadi salah satu pilihan mobilitas sekaligus wisata di Jawa Barat. Bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan akhir pekan, kombinasi transportasi kereta api dan kunjungan ke destinasi alam menawarkan cara berbeda untuk menikmati perjalanan, bahkan sebelum tiba di tempat tujuan. (dik)







