Memperingati Hari Kartini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengadakan dialog dengan pegawai perempuan. Menkeu menyebut, mereka adalah para Kartini Kementerian Keuangan.

Ditulis di laman fanspage Facebook-nya, dialog pertama dilakukan dengan pegawai yang sudah mencapai puncak karier, baik pejabat eselon satu dan dua di Kemenkeu dan BUMN Kemenkeu.
Dialog kedua dengan perwakilan pegawai generasi milenial perempuan yang baru mulai bekerja di Kemenkeu.

“Dalam percakapan kami membahas bagaimana mereka dibesarkan di keluarga masing-masing,” tulisnya.

Bagaimana memulai karier, tantangan dan harapan sepanjang karier mereka, dan bagaimana menyikapi tantangan sebagai seorang perempuan yang bekerja di kantor dan juga sekaligus menjadi seorang anak, ibu, istri di rumah.

Menurut Sri Mulyani, pelajaran penting dari pengalaman para Kartini Kemenkeu adalah, pertama, peran keluarga terutama orang tua sangat menentukan pilihan awal dan kesuksesan belajar dan karier mereka.

Kedua, mereka ingin membangun karier dan keluarga secara seimbang. “Ketiga, semangat pantang menyerah sangat mengagumkan dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam berkarier dan berkeluarga,” akunya.

Ke empat, sebagai perempuan mereka sering harus membuktikan lebih mampu dan lebih pantas untuk menduduki suatu jabatan dibandingkan lelaki. Lima, peran laki-laki, baik ayah, saudara dan suami dalam menciptakan dan mendorong persamaan kesempatan dan hak serta kemajuan, juga sangat menentukan.

Hari Kartini

Memperingati Hari Kartini, saya mengadakan dialog dengan pegawai perempuan- Kartini Kementerian Keuangan. Dialog pertama dengan pegawai yang sudah mencapai puncak karier sebagai pejabat eselon satu dan dua di Kemenkeu dan BUMN Kemenkeu.Dialog kedua dengan perwakilan pegawai generasi milenial perempuan yang baru mulai bekerja di Kemenkeu.Dalam percakapan kami membahas bagaimana mereka dibesarkan di keluarga masing-masing, bagaimana memulai karier, tantangan dan harapan sepanjang karier mereka, dan bagaimana menyikapi tantangan sebagai seorang perempuan yang bekerja di kantor dan juga sekaligus menjadi seorang anak/ibu/istri di rumah. Pelajaran penting dari pengalaman para Kartini Kemenkeu adalah: 1) Peran keluarga terutama orang tua sangat menentukan pilihan awal dan kesuksesan belajar dan karier mereka. 2) Mereka ingin membangun karier dan keluarga secara seimbang. 3) Semangat pantang menyerah sangat mengagumkan dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam berkarier dan berkeluarga. 4) Sebagai perempuan mereka sering harus membuktikan lebih mampu dan lebih pantas untuk menduduki suatu jabatan dibandingkan lelaki. 5) Peran laki-laki (ayah, saudara dan suami) dalam menciptakan dan mendorong persamaan kesempatan dan hak serta kemajuan juga sangat menentukan. Berbagai kisah para Kartini Kemenkeu membuat saya kagum. Saya meminta Kartini Kemenkeu harus mampu menggunakan pengalaman mereka untuk dapat menyusun dan mempengaruhi kebijakan nasional yang dapat memahami tantangan dan kebutuhan perempuan, dan menterjemahkan perbedaan gender dalam kebijakan publik sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat menberikan kesempatan yang adil dan sama bagi perempuan dan laki-laki.Perjuangan dan pemikiran Kartini adalah sumber inspirasi bagi kami semua, yang hingga kini masih sangat relevan. Kartini tidak berjuang hanya untuk dirinya sendiri, namun beliau berjuang untuk perempuan-perempuan lain dalam memperoleh persamaan hak dan kesempatan untuk maju dan berperan positif dalam keluarga, masyarakat, negara dan dunia. Semangat itulah yang saya lihat dan temui dari para Kartini Kemenkeu, dan saya berharap semangat itu ada di hati dan pikiran seluruh perempuan Indonesia.Selamat memperingati Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia!Jakarta, 21 April 2019

Posted by Sri Mulyani Indrawati on Saturday, April 20, 2019

“Berbagai kisah para Kartini Kemenkeu membuat saya kagum,” aku perempuan sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Dalam kesdempatan itu Menkeu juga meminta Kartini Kemenkeu mampu menggunakan pengalaman mereka untuk dapat menyusun dan mempengaruhi kebijakan nasional, yang dapat memahami tantangan dan kebutuhan perempuan. Sekaligus menterjemahkan perbedaan gender dalam kebijakan publik sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat menberikan kesempatan yang adil dan sama bagi perempuan dan laki-laki.

“Perjuangan dan pemikiran Kartini adalah sumber inspirasi bagi kami semua, yang hingga kini masih sangat relevan,” tulisnya lagi.

Kartini, lanjutnya, tidak berjuang hanya untuk dirinya sendiri, namun beliau berjuang untuk perempuan-perempuan lain dalam memperoleh persamaan hak dan kesempatan untuk maju dan berperan positif dalam keluarga, masyarakat, negara dan dunia.

“Semangat itulah yang saya lihat dan temui dari para Kartini Kemenkeu, dan saya berharap semangat itu ada di hati dan pikiran seluruh perempuan Indonesia,” pungkasnya. (hendro d. laksono | foto dan video : FB smindrawati)

1,701 total views, 10 views today

Comments

comments