Anak itu berlarian di jalan setapak Taman Hutan Kota Keputih Surabaya. Sesekali tawanya membuncah, menyapa ayahnya yang setia mengikuti dari belakang. Sementara di depan dan belakang mereka, sejumlah pengunjung asyik menikmati bunga warna-warni yang menghampar, dan udara pagi yang masih terasa segar.

Sebagian lagi adalah para remaja yang sibuk ber-swa foto, ada juga rombongan pesepeda yang datang dari sebuah institusi di Surabaya. Pagi itu, mereka seperti biasa berkumpul di sini untuk kemudian berangkat entah kemana.

Hari masih pagi. Matahari bersinar keemasan, membiarkan pantulan cahaya menyapa dedaunan di taman. Beberapa etalase, mulai dari bangku taman hingga kolam kecil, nyaris menyempurnakan pagi ini.

Taman Hutan Kota Keputih adalah satu dari banyak project spesial Pemerintah Kota Surabaya. Demi menciptakan lingkungan yang segar, hijau, dan lebih sedap dipandang mata.

Taman ini, selain menyuguhkan area publik untuk jalan-jalan dan bermain, juga diwarnai hutan bambu dan Taman Harmoni. Taman ini terletak di Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Jawa Timur, tepatnya di belakang Terminal Keputih.

Areanya yang apik kemudian kerap jadi jujugan warga untuk berolahraga sekaligus berwisata. Di saat tertentu, hobiis foto kerap datang untuk mengabadikan momen spesial hingga foto pre wedding.

Sejak tahun 1970-an, tempat ini digunakan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA). Lalu Pemkot Surabaya menutup TPA tersebut dan memindahkan TPA ke daerah Benowo. Sejak saat itu pemkot menggunakan lahan yang ada untuk pembibitan bambu dan tanaman lain, hingga akhirnya berkembang menjadi hutan bambu.

Untuk perawatan, Pemkot Surabaya membentuk satgas khusus untuk merawat dan menjaga kelestarian hutan bambu. Tentu demi tujuan agar taman tetap terjaga keasiannya. Meski sayang, di beberapa tempat, masih ada juga pengunjung yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan.

Jadi, kapan jalan-jalan ke Taman Hutan Kota Keputih Surabaya?

naskah dan foto : hendro d. laksono

915 total views, 43 views today

Comments

comments