Surabaya menjadi tuan rumah Internasional Preparatory Commiittee (PrepCom) III for the United Nations Conference on Housing And Sustainable Urban Development (HABITAT III), 25-27 Juli 2016 mendatang. Berbagai acara disuguhkan dalam event dunia yang dihadiri delegasi dari 197 negara ini.

Tak ketinggalan, ada pula Parallel Event yang akan dihelat sebelum dan sesudah ajang ini. Diantaranya, event yang melibatkan perguruan tinggi Surabaya. Seperti Seminar Urban Ecosystem and Resources yang digelar di Lantai V Perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya), Jumat (22/7) lalu.

Acara yang membahas tentang permasalahan lingkungan dan solusi untuk kehidupan lebih baik ini, dibuka untuk peserta konferensi dari berbagai negara dan masyarakat umum. Terlihat banyak dosen dan pengajar dari berbagai instansi hingga mahasiswa pun turut hadir.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber. Pertama, Elieser Tarigan, S.Si., M.Eng., Ph.D. yang mengajak peserta mengenal tentang efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan (matahari) untuk masa depan. Ada juga Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP. yang bertutur tentang pembangunan pintar untuk kehidupan kota yang lebih layak.

Selain mengenalkan pola pikir baru kepada masyarakat tentang tata letak kota yang layak bagi semua orang, acara ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan akan pentingnya pemanfaatan energi matahari guna mengganti energi fosil yang kian menipis.

“Sumber dari energi matahari ada dua, pertama terang dan juga panas, kebetulan di Indonesia ada dua-duanya dan bagus jika kita manfaatkan,” ujar Elieser Tarigan.

Acara yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Pusat Lingkungan Hidup (PSL) Ubaya ini nantinya akan terselenggara hingga Sabtu (23/7). Menilik dari banyaknya aspek yang perlu dibenahi di Indonesia seperti pedestrian, perkampungan, penataan kota, hingga jalan bagi orang catat, tentu akan ada banyak topik permasalahan yang dibahas disini, juga bersama-sama mencari solusi.

“Harapannya, akan tumbuh kesadaran bagi masyarakat yang mana merupakan pengambil keputusan untuk bisa menerapkan kota itu bagi semua orang, sesuai visi UN Habitat sendiri,” tutur Rudy Agustriyanto, ketua pelaksana seminar.

UN Habitat merupakan sayap organisasi dari PBB yang menangani masalah tempat tinggal manusia. Tugasnya untuk mempromosikan bagaimana lingkungan hidup dapat memberikan perlindungan yang sama bagi masyarakat.

naskah dan foto : hilda meilisa rinanda

252 total views, 1 views today

Comments

comments