Surabaya – Masuki tahun ke-10, Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya kembali menggelar Festival Dongeng Surabaya 2025, di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jatim, Minggu (30/11).

Festival yang digelar di halaman Perspusda Jatim menghangat sejak pagi. Anak-anak dari berbagai penjuru kota Surabaya berdatangan, mendengar dongeng, bermain, dan berinteraksi dengan para pendongeng.
Inge Ariani Safitri, pendiri gerakan Kumpul Dongeng menyampaikan pada Sabtu (29/11), sebagai pembuka gelaran FDS 2025, pihaknya sekaligus meluncurkan 14 buku dongeng yang mengeksplorasi tentang Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics (STEAM).
Inge mengatakan, FDS digelar secara rutin tiap tahunnya dengan menampilkan tema berbeda. Tahun ini, FDS mengusung tema tentang “Menjelajah Semesta”.
“Tema ini tidak hanya dipakai untuk acara tapi juga dalam merancang buku dongeng dan membuat ilustrasi, kata Bunda Inge, sapaan akrab pegiat literasi Surabaya ini.
“Tahun ini temanya Menjelajah Semesta, menyesuaikan dengan apa yang ingin kita bangun. Karena setiap tahun kami juga ada kelas menulis untuk relawan. Dari kelas menulis, kita bukukan dan bekerja sama dengan ilustrator DKV ITS,” imbuhnya.
Bunda Inge berharap akan makin banyak orang tua, guru, dan masyarakat yang meyakini kalau dongeng masih menjadi media paling efektif untu menyampaikan pesan pada anak-anak dan mempererat bonding.
“Selain itu, juga semakin banyak penggerak dari kalangan muda yang mau bersama menyebarluaskan semangat dongeng ke masyarakat, dengan harapan literasi anak di Jatim kian meningkat,” jelasnya.(*)







