Yogyakarta (indonesiaimages.net) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan kesiapan sektor pariwisata dan transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang periode libur sekolah. Dalam kunjungan kerjanya ke Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta, Menpar meninjau langsung berbagai fasilitas pelayanan publik guna menjamin kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas wisatawan maupun pengguna jasa transportasi.
Kunjungan yang berlangsung pada akhir pekan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah yang diperkirakan akan mendorong lonjakan kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan nasional.
Di kawasan Candi Prambanan, Widiyanti memeriksa sejumlah fasilitas utama yang menjadi titik layanan wisatawan. Perhatian diberikan pada sistem pembelian tiket bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk memastikan proses masuk kawasan wisata berjalan tertib, cepat, dan efisien.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aktivitas wisata di kompleks candi yang menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia tersebut berlangsung kondusif dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai menjadi indikator positif terhadap pergerakan wisatawan menjelang puncak musim liburan sekolah.
Selain memantau layanan tiket, Menpar juga meninjau fasilitas buggy yang digunakan untuk mendukung mobilitas pengunjung di area candi. Kunjungan turut mencakup Museum Candi Prambanan serta Lapangan Brahma yang direncanakan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) 2026.
Widiyanti menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas seluruh pelaku industri pariwisata, mulai dari pengelola destinasi, sektor transportasi, hotel, restoran, hingga layanan pendukung lainnya. Menurutnya, kualitas layanan yang baik akan berpengaruh langsung terhadap pengalaman wisata masyarakat.
Usai meninjau kawasan Prambanan, Menpar melanjutkan kunjungan ke Stasiun Tugu Yogyakarta yang menjadi salah satu simpul transportasi utama di Pulau Jawa. Stasiun yang berada di pusat Kota Yogyakarta tersebut terlihat ramai oleh wisatawan dan pengguna kereta api yang mulai mempersiapkan perjalanan selama masa liburan.
Di lokasi ini, Menpar mengevaluasi berbagai fasilitas pelayanan yang telah disediakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk penerapan teknologi face recognition untuk mempercepat proses boarding penumpang. Selain itu, sejumlah fasilitas publik seperti stasiun pengisian air minum gratis, layanan penitipan barang, layanan barang hilang, area bermain anak, klinik kesehatan, hingga ruang laktasi turut menjadi perhatian dalam peninjauan.
Widiyanti juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan etalase produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang difasilitasi KAI Wisata. Inisiatif tersebut dinilai mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Kementerian Pariwisata menilai berbagai inovasi layanan yang dilakukan PT Taman Wisata Candi (TWC) dan PT KAI Daop 6 menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.
Untuk menghadapi peningkatan mobilitas wisatawan selama musim liburan, KAI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penambahan armada kereta api, optimalisasi rangkaian perjalanan, hingga penambahan personel layanan di berbagai titik operasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas layanan transportasi nasional.
Komitmen peningkatan layanan tersebut sebelumnya tercermin dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Pada periode tersebut, KAI berhasil melayani lebih dari lima juta penumpang atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Dalam momentum libur sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata juga terus mengintensifkan kampanye “Liburan Cara Baru” yang mendorong masyarakat untuk menjelajahi destinasi wisata dalam negeri. Kampanye tersebut menawarkan berbagai alternatif perjalanan yang relevan bagi keluarga, mulai dari wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga wisata budaya dan kuliner.
Sebagai bagian dari transformasi digital sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaIA, platform berbasis kecerdasan buatan yang tersedia melalui Indonesia.travel. Platform tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh inspirasi destinasi, rekomendasi agenda perjalanan, serta berbagai pilihan aktivitas wisata yang sesuai dengan minat dan kebutuhan keluarga.
Selain Yogyakarta, pemerintah terus mempromosikan berbagai destinasi prioritas nasional sebagai pilihan liburan keluarga, di antaranya Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Melalui penguatan layanan, infrastruktur, serta kampanye wisata domestik, pemerintah berharap momentum libur sekolah dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat. (tas)







