Sejumlah pedagang pasar kue subuh di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat telah memiliki “toko online” dalam aplikasi GrabFood. Melalui Program Ramadhan Express yang digelar Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UMKM, bersama enam marketplace, ditargetkan UMKM yang memproduksi barang kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan dapat berjualan online.

“Baru mulai di Pasar Kue Subuh, Senen. Gerakan UMKM Jualan Online Ramadhan Express. Ini bagian dari upaya Kominfo mendorong UMKM untuk memanfaatkan berkah ramadan,” kata Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO dan Ekonomi Digital di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (31/05/2018) malam.

Pemilihan lokasi Pasar Kue Subuh Kawasan Senen dilatari banyaknya pedagang yang ada di sini. “Ada lebih dari seribu penjual kue di sini.. Tanpa mereka punya smartphone, hanya handphone saja bisa punya toko online di grabfood,” jelas Lis Sutjiati.

Menurut Lis Sutjiati, pola jemput bola untuk memberikan peluang bagi pedagang kue di kawasan Pasar Senen ini juga akan berlangsung di sejumlah kota lain di Indonesia. “Seperti di sini, kegiatan dimulai dengan berbagi pengalaman dari artis atau pengusaha yang bisnis UMKM-nya sukses karena berjualan online. Kemudian, para relawan akan datang ke kios-kios untuk membantu pedagang daftar di market place dan berjualan online,” tambah Lis Sutjiati.

Sejumlah kota memang akan menjadi lokasi serentak dan melibatkan sejumlah Relawan dari siswa SMK, mahasiswa dan Relawan TIK setempat. “(Ramadhan Express di Jakarta) Ada juga di Pasar Jatinegara dan Pasar Mayestik. Yang sudah daftar mendapatkan topi dan stiker di meja jualannya, sebagai penanda dagangan mereka bisa dipesan online,” katanya.

Antusias

Mengenai respons pedagang, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo sangat positif. “Semua penjualnya antusias, warungnya sudah bisa di-order online. Senang sekali lihat mereka bahagia, semua pedagang sepanjang jalur yang saya lalui bilang sudah daftar untuk dapat giliran di-onboarding. Dan mereka minta saya pesan lewat grab,” ungkapnya.

Status onboarding, dijelaskan Lis Sutjiati sebagai penanda bahwa UMKM atau pedagang yang bersangkutan sudah memiliki lapak online dan bisa dipesan melalui aplikasi. “Tahapan yang akan dilalui mulai dari onboarding atau mendorong pelaku UMKM offline menjadi online kemudian active selling atau pendampingan transaksi online,” tambahnya.

Tak hanya berhenti sampai pendampingan transaksi, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo bidang ekonomi digital itu, setiap UMKM akan didampingi untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Kemudian, scale up business untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga go international atau meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional,” jelasnya.

Dalam dialog yang dipandu oleh Indra Bekti, seorang pedagang kue basah mengaku senang dan berharap bisa meningkat pendapatannya. “Kalau jualan online itu mempermudah jualan. Amin bisa jualannya lebih banyak lagi,” katanya.

Kegiatan Ramadhan Express melibatkan enam market place besar di Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Blanja, Shopee, dan GrabFood. “Sejumlah Relawan TIK yang merupakan pelajar SMK dan mahasiswa di 8 kota tempat kegiatan akan membantu proses komunikasi dan sosialisasi,” kata Septriana Tangkari, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika.

Menurut Septriana Tangkari, pelaksanaan Ramadhan Express akan berlangsung selama dua minggu dari tanggal 29 Mei 2018 s.d. 12 Juni 2018. Adapun kota tempat pelaksanaan antara lain Banda Aceh, Bandung, Jakarta, Makassar, Padang, Samarinda, Solo, Surabaya, Bukit Tinggi dan Tasikmalaya. “Masih ada banyak kegiatan yang siap digelar di pusat produksi, sentra bisnis, atau lokasi yang dekat dengan lokasi pelaku UMKM berjualan,” tambahnya. (sp/ida | foto : istimewa)

1,737 total views, 1 views today

Comments

comments