Untuk kedua kalinya, PT Astra International Tbk pada hari ini (9/12) kembali berpartisipasi dalam Forum “Indonesianisme Summit 2017” untuk berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan dan kemakmuran ekonomi Indonesia dengan mendorong perkuatan di bidang penguasaan teknologi, manufaktur dan infrastruktur. Harapannya agar Indonesia menjadi bangsa pemenang di sektor industri.

Pada Forum Indonesianisme Summit 2017 yang digagas oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas mengungkapkan bahwa “forum ini bertujuan untuk menyinergikan berbagai industri yang ada di Indonesia untuk bersama-sama mencapai satu tujuan yaitu, menjadikan Indonesia bangsa pemenang di sektor Industri.”

“Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk menjadi Pride of the Nation. Hal ini kami lakukan secara berkesinambungan dalam setiap proses bisnis kami untuk memastikan Astra menjadi salah satu yang terdepan dalam penguasaan teknologi, industri dan manufaktur,” tutur Pongki Pamungkas.

Astra menjadi salah satu korporasi yang diajak bekerjasama oleh IA ITB karena dinilai sebagai korporasi yang memiliki kontribusi serta aksi terpadu sinergis dan keberpihakan terhadap hasil-hasil karya industri anak bangsa untuk kemajuan Indonesia.

Forum Indonesianisme Summit akan menjadi ajang untuk anak-anak muda Indonesia menunjukkan karya pemenang dari industrinya masing-masing, baik di dalam maupun luar negeri. Ajang ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan kebanggaan terhadap karya anak bangsa.

Berikut karya-karya insan-insan Astra dalam sektor energi, transportasi, infrastruktur, pangan dan digital yang turut dipamerkan di ajang Indonesianisme Summit:

PT Astra Otoparts Tbk

Astra Otoparts, yang merupakan grup perusahaan komponen otomotif terbesar dan terkemuka di Indonesia, memproduksi dan mendistribusikan beraneka ragam suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, baik untuk pasokan ke pabrikan otomotif maupun ke pasar suku cadang pengganti, turut menghadirkan kolaborasi antara Winteq dan Wintor sebagai karya anak bangsa yang mengaplikasikan penerapan Industri 4.0 di dunia manufaktur dan agrikultur, melalui konsep penerapan smart factory yang memungkinkan untuk mengumpulkan dan menganalisis data antarmesin, memungkinkan proses yang lebih cepat dan efisien untuk menghasilkan barang berkualitas lebih tinggi, dan smart agriculture yang mengaplikasikan mekanisasi dan otomasi lanjutan dalam sistem perkebunan dan pertanian melalui Wintor.

ASTRA Infra

ASTRA Infra merupakan investor-operator di bidang infrastruktur di Indonesia yang bergerak di sektor infrastruktur jalan tol dan pelabuhan (shore base dan pusat logistik Bberikat). Dibandingkan dengan tahun 2016, panjang hak konsesi tol yang dimiliki meningkat 49% menjadi 353 km dengan panjang tol yang beroperasi meningkat 133% menjadi 268,2 km. Enam ruas tol yang dimiliki antara lain adalah Tangerang-Merak, Kunciran-Serpong, Serpong-Balaraja, Cikopo-Palimanan, Semarang-Solo, dan Jombang- Mojokerto.

Dengan hak konsesi tersebut, ASTRA Infra menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar dari sisi jumlah panjang jalan tol yang dimiliki.

Pada tahun 2017, ASTRA Infra meningkatkan kepemilikan saham di ruas tol Semarang-Solo dari 25% menjadi 40%, mengakuisisi kepemilikan saham efektif Tol Cikopo-Palimanan sebesar 45%, meresmikan Tol Jombang-Mojokerto seksi 2 (Jombang-Mojokerto Barat) dan Tol Semarang-Solo seksi 3 (Bawen-Salatiga).

Target ASTRA Infra ke depan adalah mengikuti tender sebagai operator Pelabuhan Patimban pada tahun 2018 dan mencapai target 500 km jalan tol pada tahun 2020.

PT United Tractors Pandu Engineering

Mini LNG Vessel dari United Tractors Pandu Engineering (UTPE) merupakan proyek anak bangsa yang tercipta atas dorongan akan kebutuhan alat angkut gas dengan menggunakan kapal namun dalam skala kecil. Konsep kapal angkut LNG 1.000 m3 dirancang untuk pembangkit listrik skala kecil dengan kedalaman draft kapal yang rendah sehingga cocok untuk karakter pulau-pulau di Indonesia. Tentunya kapal ini juga didesain dengan tetap memerhatikan sisi ekonomis, efektivitas dan aspek value for money bagi penggunanya.

Mini LNG Vessel ini diharapkan dapat meningkatkan utilisasi gas dalam negeri, yang saat ini kita ekspor hanya sebagai komoditas, meningkatkan industri maritim dan perkapalan, sehingga dapat secara langsung menurunkan biaya pokok produksi listrik di Indonesia Timur.

PT Astragraphia Xprins Indonesia

PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) merupakan anak perusahaan PT Astra Graphia Tbk yang menyediakan solusi bagi pelanggan korporasi dalam memenuhi kebutuhan office supplies dan percetakan, termasuk pengiriman barang. Adanya dinamika bisnis yang cepat diiringi dengan inovasi teknologi digital, menuntut AXI ikut bertransformasi dengan mengintegrasikan bisnis offline dan online demi terciptanya bisnis yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini dan ke depan.

Melalui layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia (AXIQoe.com) dan layanan online printing B2B pertama di Indonesia (PrintQoe.com), AXI berkomitmen untuk menjadi office services preferred partner dengan channel terlengkap dalam coverage dan distribusi produk berupa online dan offline, yaitu direct sales, tele sales, indirect channel, in house store, POP rack, dengan tetap terus mengembangkan berbagai e-business baru.

PT Astra Agro Lestari Tbk

Industri kelapa sawit adalah industri yang menyumbang devisa terbesar untuk Indonesia. Sekitar 11,6 juta hektare perkebunan kelapa sawit terdistribusi di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Dari luas tersebut, industri ini menyediakan lebih dari 5 juta lapangan kerja dan berkontribusi membangun daerah terpencil serta mengurangi kemiskinan.

Oleh karenanya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) mengembangkan sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Mendukung pengembangan sistem tersebut, AAL melakukan intensifikasi melalui peningkatan riset pemuliaan, perbaikan praktik agronomis, dan metode panen yang didukung research and development, menguatkan kerjasama antara perusahaan dan petani, sinergi antara seluruh pemangku kepentingan terkait, yaitu perusahaan, pemerintah, petani, pembeli dan pemasok serta pembentukan pembiayaan kelapa sawit untuk membantu implementasi kelapa sawit keberlanjutan.

Saat ini, Astra Agro Lestari sedang mengembangkan bibit unggul kelapa sawit Astra yang diharapkan memiliki spesifikasi khusus yang sesuai dengan tantangan pada masa yang akan datang. Berbagai keunggulan bibit Astra yakni memiliki minyak sawit yang berkualitas tinggi, tanaman yang tidak terlalu tinggi, efisiensi penyerapan nutrisi, tahan terhadap penyakit Ganoderma dan kekeringan, serta komponen hasil yang baik untuk meningkatkan produktivitas.

Pada prinsipnya, di mana pun Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.” Astra, sepanjang perjalanannya sejak tahun 1957 senantiasa mendedikasikan karyanya untuk kemajuan bangsa Indonesia. (sp/m. taufik | foto : istimewa)

100 total views, 1 views today

Comments

comments